Kontrol lampu LED On-Off melalui port USB dengan Visual C

//19 Apr 2015
//Posted by Robby Fajri Maulana
Nama: M Robby Fajri Maulana
Kelas: 2Cb
NIM: 061430700535
Mata Kuliah: Praktek Peripheral Interface
Dosen Pembimbing: Ali Firdaus S.Kom., M.Kom.

Kontrol lampu LED On-Off melalui port USB dengan Visual C

Sebagai mana komputer/laptop sekarang banyak yang sudah menghilangkan port paralel dan port
serialnya, sebagai gantinya terpasang beberapa port USB. Lupakan dahulu tentang specifikasi, protokol dan driver USB, kita langsung saja semudah mungkin bisa on-off-kan (menghidupkan dan mematikan) lampu LED melalui port USB. Biasanya setelah praktek bisa menghidupkan LED akan lebih mudah untuk mempelajari lebih lanjut. Ini merupakan contoh yang sangat sederhana sehingga mudah untuk diterapkan bagi pemula sekalipun. Untuk mengontrol LED melalui port USB kita membutuhkan konverter yang bisa menerjemahkan protokol serial USB menjadi logika high low seperti yang kita inginkan. Kita tidak bisa menggunakan port USB ini langsung berlogika high atau low seperti port paralel, kita membutuhkan konverter yang menerjemahkan protokol USB ke logika high-low. Di internet di jual bermacam-macam
konverter ini, misal konverter USB ke serial yang cukup terkenal dari FTDI. Untuk pemograman LED ini kita akan mengunakan USB I/O Converter dari www.satu-microelectronics.com yaitu USB HID IO Converter yang berupakan USB HID yang tidak memerlukan driver tersendiri, ini seperti Mouse dan Keyboard USB yang tinggal colok dan langsung bisa digunakan.

USB HID IO Converter merupakan konverter USB ke 8 bit IO, I2C, SPI dan ADC. USB
konverter ini adalah USB kelas HID (Human Interface Device) sehingga tidak memerlukan instalasi driver USB baik di sistem operasi Windows (XP, WIN7 maupun Windows 8). Sistem operasi tersebut sudah menyediakan drivernya yang tentunya memudahkan kita dalam menggunakannya. Sistem operasi lain seperti MAC, Android dan LINUX pun juga sudah menyediakan driver untuk USB kelas HID sehingga USB HID IO Converter ini juga bisa di gunakan pada sistim operasi tersebut.


USB HIDClass<->IOConverter

Program sederhana untuk mengontrol lampu LED ini akan kita beri nama USB HID - LED On-Off. Program ini digunakan untuk melakukan pengontrolan (menyalakan / mematikan) LED. Kita bisa menyalakan atau mematikan LED dengan mencentang CheckBox pada program kita, dan LED akan hidup atau mati sesuai kondisi CheckBox. Program ini memerlukan rangkaian LED yang dikoneksikankan pada port IO USB HIDClass<->IOConverter.

Rangkaian LED
Berikut adalah rangkaian LED yang harus dihubungkan dengan port IO0-IO7 USB HIDClass<-
>IOConverter ke Ground melalui resistor 1K Ohm, seperti pada Gambar dibawah

www.satu-microelectronics.com 2

Pemograman USB HID - LED On-Off
Setelah rangkaian LED telah dibuat, maka sekarang adalah pembuatan program yang digunakan untuk mengontrol LED tersebut. Langkah – langkah pembuatan program USB HID - LED On-Off adalah sebagai berikut;
1. Buka Visual C. Pada menu File, klik perintah New Project, lalu klik OK untuk membuat sebuah file executable standar. Simpanlah project dengan nama LED On-Off.
2. Klik kontrol Label untuk membuat sebuah label yaitu untuk Label1 yang akan kita gunakan untuk menampilkan pesan.
3. Buat delapan buah kotak Check Box. Kotak - kotak check box tersebut nantinya akan menjadi status dari LED yang akan kita kontrol.
4. Ubah properties dan ukuran form agar seukuran kotak dialog sedang, seperti Gambar dibawah


5. Klik menu ProjectAdd Reference dan tambahkan HID_IOConverter_NET.dll seperti gambar dibawah. (Copykan file HID_IOConverter_NET.dll pada folder project terlebih dahulu)

www.satu-microelectronics.com 3

6. Buka View Code maka akan terlihat penambahan code ;
using HID_IOConverter_NET;
dan tambahkan code berikut;
using Microsoft.Win32.SafeHandles;

7. Tambahkan object class HID_IOConverter_Function dan tambahkan code untuk event
Form1_Load berikut;

SafeFileHandle iHandle;
HID_IOConverter_Function HIDi = new HID_IOConverter_Function ();
long iReturn;
private void Form1_Load(object sender, EventArgs e)
{
iHandle = HIDi.Hid_OpenDevice();
if (iHandle.IsInvalid)
{
label1.Text = "USB HIDClass<->IOConverter tidak terkoneksi..." +
"\n" + "Koneksikan USB HIDClass<->IOConverter terlebih dahulu," +
"\n" + "kemudian buka kembali program ini....";
}
else
{
iReturn = HIDi.GPIO_DDR_Out(iHandle, 255);
iReturn = HIDi.GPIO_Port_Out(iHandle, 0);
label1.Text = "Check CheckBox to turn on LED " +
"\n" + "Uncheck CheckBox to turn off LED";
}
}


Gambar. Menambahkan object HID_IOConverter_Function

Prosedur Form1_Load ini akan berjalan pertama kali ketika program dijalankan. Program akan
mencoba mencari USB HIDClass<->IOConverter melalui fungsi Hid_OpenDevice dan handle dari USB ini akan kita simpan pada iHandle, jika berhasil maka akan di kirim perintah
GPIO_DDR_Out(iHandle, 255) ke USB HIDClass<->IOConverter untuk memnuat 8 bit
port IO-nya sebagai output semua, kemudian mengirim perintah GPIO_Port_Out(iHandle,0)
yang akan membuat ouput GPIO berlogika low (LED mati semua) saat awal program.
Jika USB HIDClass<->IOConverter tidak ditemukan maka akan di tampilan pesan pada Label1
bahwa USB HIDClass<->IOConverter tidak terkoneksi.
www.satu-microelectronics.com 4

8. Ketikkan kode program berikut ini pada even CheckBox1_CheckedChanged sampai
CheckBox8_CheckedChanged
private void checkBox1_CheckedChanged(object sender, EventArgs e)
{
if (checkBox1.Checked)
{
HIDi.Set_Bit(iHandle, HID_IOConverter_Function.GPIO_Port0);
}
else
{
HIDi.Clear_Bit(iHandle, HID_IOConverter_Function.GPIO_Port0);
}
}

Gambar. Mengakses fungsi-fungsi pada HID_IOConverter_Function

Setiap kali terjadi peng-klik-an pada CheckBox1 maka LED pada port IO USB HIDClass<-
>IOConverter akan ON dan OFF.

9. Selesai sudah pembuatan program LED Driver.

Menjalankan Program USB HID - LED Driver
Sekarang kita siap menjalankan program LED On-Off. Tancapkan USB HIDClass<->IOConverter
pada komputer, kemudian klik tombol Start pada Toolbar, maka jika tidak ada kesalahan akan muncul
seperti Gambar berikut;

www.satu-microelectronics.com 5
Gambar Tampilan program LED On-Off

Pada awal program, LED akan OFF semua. Peng-klik-an pada CheckBox LED0 - LED7 akan
menyalakan LED, peng-klik-an selanjutnya akan mematikan kembali LED.


Foto USB HID - LED On-Off


Sumber:
http://www.satu-microelectronics.com/?p=22

Pengontrolan LED Via USB

//15 Apr 2015
//Posted by Robby Fajri Maulana

Nama: M Robby Fajri Maulana
Kelas: 2CB
NIM: 061430700535
Mata Kuliah: Praktek Interface Peripheral
Dosen Pembimbing: Ali Firdaus S.Kom., M.kom.



PENGONTROLAN LED VIA PORT USB


Perlahan tapi pasti, port USB telah “mengalahkan” popularitas port serial (COM) dan port paralel (LPT). Kini, komputer-komputer dan laptop terbaru tidak menyertakan lagi port serial, apalagi port paralel. Beberapa tipe motherboard masih menyertakakan sebuah port serial (COM1).Namun demikian, kini hampir semua peralatan elektronik memiliki port USB untuk berkomunikasi dengan piranti elektronik lainnya.

Port USB memang memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan port serial dan port paralel. Terlepas dari sudut pandang aplikasi, port USB lebih cepat dan lebih ringkas dibandingkan port serial maupun port paralel. Port USB juga menyediakan catu daya 5V DC dengan kemampuan arus maksimum 500mA untuk menyuplai perangkat elektronik berbasis USB.


V-USB adalah sebuah software implementasi protokol USB berkecepatan rendah untuk mikrokontroller ATMEL AVR sehingga memungkinkan untuk membuat piranti USB dengan sebagian besar mikrokontroller AVR tanpa tambahan chip lain. V-USB dapat di download di www.obdev.at.


libusb-win32 adalah library Win32 yang memberikan akses kepada user (bukan admin) untuk mengakses piranti-piranti USB secara generik tanpa perlu membuat kode-kode program kernel. Dengan libusb, kita dapat menggunakan fungsi-fungsi API untuk transfer data Bulk, Control, Interrupt, dan Isochronous. Library dan driver libusb dapat di download di http://sourceforge.net/apps/trac/libusb-win32/wiki.


Skematik


Pada eksperimen ini mengunakan mikrokontroller ATtiny2313V dengan kristal 12MHz dengan sebuah LED aktif high yang terhubung ke pin PD6. Berikut adalah skematik rangkaian eksperimen USB LED.





Berikut adalah program mikrokontroller ATtiny2313 untuk pengontrolan LED dari port USB



#define ON 1
#define OFF 0
#define LED(n) ((n)==(OFF) ? (PORTD&=~_BV(PD6)) : (PORTD|=_BV(PD6)))
uchar   usbFunctionSetup(uchar data[8])
{
usbRequest_t    *rq = (void *) data;
  if (rq->bRequest==4)
LED(ON);
else if (rq->bRequest==5)
LED(OFF);
}
/***  P R O G R A M  U T A M A  ***/
int main(void)
{
//Inisialisasi PORT D
PORTD = 0;
DDRD = ~(1 << 2);
    //Inisialisasi PORT B
PORTB = 0;
DDRB = ~USBMASK;
    //Inisialisasi Driver USB
usbInit();
    //Aktifkan fungsi interupsi
sei();
    for(;;)
{
usbPoll();    //Pantau terus, apakah ada permintaan dari Host
_delay_ms(12);
}
return 0;
}

Untuk mengontrol LED melalui PC diperlukan sebuah antarmuka yang pada eksperimen ini menggunakan bahasa C. Kompiler yang digunakan yakni Pelles C. Berikut adalah gambar dari program USB LED Control






Jika button LED ON di klik, maka program akan mengirimkan request ke USB Device yakni ATtiny2313 yang sudah ditanami program USB Protocol. Demikian juga dengan button LED OFF di klik, maka program akan mengirimkan request ke ATtiny2313 dengan ID request yang berbeda.


Untuk dapat berinteraksi dengan ATtiny2313. maka driver libusb perlu diinstal terlebih dahulu. Jika komputer telah terinstal piranti USB yang menggunakan libusb sebagai drivernya, contoh AVR USB. maka modul akan dikenal sebagai USBasp.


Berikut ini adalah program Demo USB LED Control dalam bahasa C


static INT_PTR CALLBACK MainDlgProc(HWND hwndDlg, UINT uMsg, WPARAM wParam, LPARAM lParam)
{
unsigned char        nBytes;
unsigned char        buffer[64];
switch (uMsg)
{
case WM_INITDIALOG:
//Inisialisasi port USB
usb_init();
            //Buka komunikasi USB dengan Modul USBLED
if(usbOpenDevice(&handle, USBDEV_SHARED_VENDOR, “Teknik Elektro Links”, USBDEV_SHARED_PRODUCT, “TELINKS-USB LED”) != 0)
{
MessageBox(hwndDlg, “USBLED Error: Kode Vendor dan Product Salah!”, “Error!”, MB_ICONERROR);
exit(1);
}
return TRUE;
        case WM_COMMAND:
switch (GET_WM_COMMAND_ID(wParam, lParam))
{
case ID_LED_ON:
nBytes = usb_control_msg(handle, USB_TYPE_VENDOR | USB_RECIP_DEVICE | USB_ENDPOINT_IN,
PSCMD_ON, 0, 0, (char *)buffer, sizeof(buffer), 5000);
return TRUE;
                case ID_LED_OFF:
nBytes = usb_control_msg(handle, USB_TYPE_VENDOR | USB_RECIP_DEVICE | USB_ENDPOINT_IN,
PSCMD_OFF, 0, 0, (char *)buffer, sizeof(buffer), 5000);
return TRUE;
                case IDOK:
EndDialog(hwndDlg, TRUE);
return TRUE;
}
break;
        case WM_CLOSE:
EndDialog(hwndDlg, 0);
return TRUE;
    }
    return FALSE;
}

Program menggunakan fungsi usb_control_msg() untuk mengirimkan request kepada modul USBLED. Identifikasi perintah LED ON dan LED OFF diletakkan pada ID-Request yang dalam hal ini angka 4 (PSCMD_ON) untuk LED ON dan angka 5 (PSCMD_OFF) untuk LED OFF.


Demikian sedikit informasi mengenai pengontrolan LED melalui port USB, semoga bermanfaat.

Laporan Tugas Membuat Downloader

//8 Apr 2015
//Posted by Robby Fajri Maulana
Laporan Tugas Membuat Downloader


Kelompok III

Nama: Andre Pratama                        (061430700529)
            M Ilham Huzairin                    (061430700534)
            M Robby Fajri Maulana          (061430700535)
            M Ardhiansyah                       (061430700540)
            Roy Sandy                              (061430700547)

Kelas:                          2CB
Dosen Pembimbing:    Ali Firdaus S.Kom, M kom.
Mata Kuliah:               Interface Peripheral Komputer



I. Tujuan

            Setelah melaksanakan percobaan ini, mahasiswa diharapkan dapat:
a. Membuat downloader menggunakan ATMEGA 8.
b. Mengisi dan mengapus Program ke Downloader.



II. Alat dan Bahan

a. Downloader ATMEGA 8.
b. Kabel penghubung
c. Software Downloader (PROGISP)



III. Langkah Kerja
           
Untuk menggunakan atau mengisi program melalui downloader, ikuti langkah-langkah berikut:
1. Downloader yang sudah dibuat dihubungkan ke PC atau laptop menggunakan kabel penghubung type-B.
2. PC atau laptop akan mendeteksi adanya hardware baru.
3. Install hardware ke PC atau laptop
4. Jalankan software downloadernya (PROGISP).
5. Apabila terdeteksi maka tanda PRG ISP dalam program PROGISP akan menyala.
6. Untuk mengisi ATMEGA 8, klik file> Load flash> Muncul jendela kerja pilihan> Pilih program yang akan diisi dengan type ekstensi .hex> Open.
7. Pilih auto, kemudian proses pengisian akan berjalan.
8. Untuk mengecek apakah ATMEGA 8 kosong atau tidak bisa dilihat pada menu buffer. Apabila tanda di buffer berisi FFFF semua maka ATMEGA 8 adalah kosong, apabila buffer berisi karakter lain maka ATMEGA 8 sudah terisi.


IV. Kesimpulan

            Dengan Percobaan ini dapat kami simpulkan bahwa IC ATMEGA 8 dapat diisi maupun dihapus programnya melalui program atau software pembaca downloader, seperti PROGISP.


Soal Sistem Operasi

//15 Mar 2015
//Posted by Robby Fajri Maulana
Nama: M Robby Fajri Maulana
Kelas: 2 CB
NIM: 061430700535
Mata Kuliah: Sistem Operasi
Dosen Pengajar: Ali Firdaus S.Kom M.Kom



Latihan Soal Sistem Informasi

1. Sebutkan dua fungsi utama sistem operasi?
Jawab :
•Sebagai Resource Manager
- Sebagai pengatur sumber daya komputer, baik hardware maupun software agar dapat menjalankan perintah-perintah yang diberikan oleh pengguna.
- Tugas utama Sistem Operasi sebagai resource manager adalah memantau penggunaan semua resources serta menerapkan aturan (policy) tertentu untuk menjalankan kerja komputer. Selain itu juga mengalokasikan resources yang diminta dan mengambil kembali (dealokasi) resource.
•Sebagai Extended Machine (Virtual Machine)
- Menyembunyikan kompleksitas pemrograman hardware dari programmer atau user.Sehingga pengguna dapat melakukan kegiatan atau kerja dengan lebih mudah melalui tampilan user interface. Dan pengguna juga tidak direpotkan berkaitan dengan kegiatan-kegiatan yang mengatur resource sebuah komputer.
- menyajikan fasilitas yang lebih mudah dan sederhana untuk menggunakan hardware.

2. Apa yang dimaksud dengan multiprogrammin? Berikan dua alasan diadakannya multiprogramming!
Jawab :
Multi programming adalah suatu kemampuan dari sebuah sistem untuk melayanilebih dari satu program yang dijalankan sekaligus dalam satu komputer yang sama.
Alasan diadakannya multiprogramming yaitu :
•Saat ini banyak aplikasi yang dalam proses penjalanannya mengakses lebih dari satu program. Sehingga agar program tersebut dapat berjalan lebih optimal perlu sistem multiprogramming.
•Memberikan efisiensi pekerjaan yang cukup tinggi, dengan mampu untuk menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan.
•Kebutuhan user yang semakin tinggi dan kompleks maka memerlukan sistem multiprogramming. Contohnya, ketika seorang user melakukan pekerjaannya sekaligus mendengarkan musik untuk refreshing.

3. Apa yang dimaksud dengan spooling? Apakah anda menganggap personal komputer harus memiliki spooling sebagai standar dasar di masa yang akan datang?
Jawab :
Spooling adalah membuat peripheral seolah-olah dapat digunakan bersama-sama sekaligus, dapat diakses secara simultan, yaitu dengan cara menyediakan beberapa partisi memori. Saat terdapat permintaan layanan peripheral, langsung diterima dan data disimpan dulu di memori yang disediakan (berupa antrian), kemudian dijadwalkan agar secara nyata dilayani oleh peripheral.
Karena pada saat ini kebutuhan akan kecepatan kinerja komputer semkin besar, maka teknologi spooling mutlak untuk dikembangkan dan diaplikasikan di komputer. Dengan teknologi itu maka proses komputasi sebuah program akan lebih cepat ditangani dan dikerjakan.

4. Pada awal perkembangan komputer, setiap byte data yang dibaca atau yang ditulis ditangani oleh CPU (tidak ada DMA-Direct Memory Access). Apa implikasinya struktur seperti ini terhadap konsep multiprogramming.
Jawab :
Bila sistem tersebut digunakan untuk melayani konsep multiprogramming, maka akan membutuhkan waktu yang lama dalam pemrosesannya. Dengan tidak ada memory pembantu proses maka proses pengaksesan data untuk diproses akan lama. Apalagi untuk kegiatan multiprogramming maka proses tersebut akan semakin lebih lama lagi. Oleh karena itu komputer pada awal perkembangannya tidak mampu untuk mengakomodasi konsep multiprogramming.
Jadi implikasi dari tidak adanya DMA dalam pemrosesan komputer adalah pada waktu untuk pengerjaan (pemrosesan) informasi. Bahkan mungkin konsep multiprogramming tidak bisa diaplikasikan oleh sistem prosesor non DMA.

5. Mengapa timesharing tidak tersebar luas pada generasi ke-2 komputer?
Jawab :
Karena varian dari multiprogramming, dimana tiap pemakai mempunyai satu terminal on-line dengan pemroses hanya memberi layanan pada pemakai yang aktif secara bergantian dengan cepat. Pemakai akan merasa dilayani terus menerus, padahal sebenarnya digilir persatuan waktu yang cukup singkat.

6. Instruksi-instruksi manakah yang diperbolehkan dalam Mode Kernel :
a. Disable all interupts.
b. Read the time-of-day clock.
c. Set the time-of-day clock.
d. Change the memory map.
Jawab :
Instruksi yang diperbolehkan dalam mode kernel adalah A (Disable all interupts) dan D(Change the memory map).

7. Sebutkan beberapa perbedaan sistem operasi pada personal komputer dengan sistem operasi pada mainframe!
Jawab :
Perbedaan sistem operasi pada PC dengan Sistem Operasi Mainframe :
1. Dalam sistem operasi PC hanya mampu melayani satu user saja, sedangkan sistem operasi mainframe mampu untuk melayani banyak user.
2. Pada sistem operasi PC biasanya memiliki user interfeace yang lebih menarik karena tujuan utamanya adalah member kemudahan kepada pengguna. Sedangkan sistem operasi mainframe biasanya hanya berupa barisan-barisan program saja tanpa adanya GUI yang memadai.
3. Sistem operasi mainframe memiliki tingkat sekuritas yang jauh lebih baik daripada sistem operasi untuk komputer desktop.
4. Sistem operasi mainframe memiliki kecepatan dan realibilitas kerja yang jauh lebih tinggi daripada sistem operasi personal komputer. Hal ini dikarenakan sistem operasi mainframe diharuskan untuk mampu menangani ratusan program aplikasi secara bersamaan. Serta sistem operasi mainframe harus mampu mengatur sejumlah pengaksesan dan penyimpanan ke basis data secara simultan. Sedangkan sistem operasi personal komputer biasanya hanya mampu menangani beberapa program saja untuk dijalankan secara bersamaan.

8. Bagaimana secara umum sistem operasi memberitahukan kepada direktori kerja apakah path name untuk sebuah file adalah absolute atau relative?
Jawab :
Direktori adalah file, dimiliki sistem operasi dan dapat diakses dengan rutin-rutin di sistem operasi. Kebanyakan informasi berkaitan dengan penyimpan. Meski beberapa informasi direktori tersedia bagi pemakai atau aplikasi, informasi itu umumnya disediakan secara tidak langsung. Pemakai tidak dapat mengakses direktori secara langsung meski dalam mode read-only.
Direktori juga menyediakan pemetaan nama file ke file. Informasi terpenting direktori adalah yang berkaitan dengan penyimpanan, termasuk lokasipenyimpanan dan ukuran file yang disimpan. Pada sistem bersama (shared system), informasi yang terpenting adalah informasi mengenai pengendalian akses file. Satu pemakai adalah pemilik file yang dapat memberi wewenang pengaksesan ke pemakai-pemakai lain.
Aturan penamaan direktori mengikuti aturan penamaan file karena direktori merupakan file yang khusus.
Jalur pengaksesan (path name).
Bila sistem file diorganisasikan dengan pohon direktori,maka diperlukan cara menspesifikasikan nama file. Masalah penamaan file diselesaikan dengan penamaan absolut dan penamaan file relatif. Terdapat dua jalur, yaitu :
a) Nama jalur absolut (absolute pathname).
Nama jalur dari direktori root ke file, selalu dimulai dari
direktori root da nakan bernilai unik.
b) Nama jalur relatif (relative pathname).
Jalur relatif terhadap direktori kerja/saat itu (working atau current director). Pemakai dapat menyatakan satu direktori sebagai current directory. Nama jalur yang tidak dimulai direktori root berarti relatif terhadap current directory.

9. Mengapa shell bukan bagian dari sistem operasi?
Jawab :
Shell delete command interpreter yaitu Program yang menerima masukan berupa perintah ke sistem, dan menterjemahkan menjadi aktivitas sistem komputer.Tidak termasuk sistem operasi karena,shell di dalam kegiatannya tidak menjembantani antara user dengan hardware. Program ini di dalam menjalankan perintah mengakses informasi yang tercantum di sistem operasi.

10. Berikan sebuah contoh bagaimana mekanisme dan kebijaksanaan bisa terpisah dengan baik dari pejadwalan. Buat sebuah mekanisme yang bisa mengijinkan sebuah parent process untuk mengontrol kebijaksanaan penjadwalan children.
Jawab :
Mekanisme merupakan penjelasan bagaimana melakukan sesuatu. Sedangkan kebijakan menentukan apa yang akan dilakukan. Dalam melakukan sebuah pemrosesan mekanisme tidak bisa diubah sedangkan kebijakan dapat diubah agar bila terjadi sesuatu hal dapat diantisipasi. Kebijakan penting untuk mengatur semua alokasi sumberdaya dan menjadwalkan masalah serta menentukan perlu atau tidaknya mengakolasikan sumber daya. Oleh karena itu antara mekanisme, kebijakan dan penjadwalan harus dipisahkan.
Contoh sebuah mekanisme yang bisa mengijinkan sebuah parent process untuk mengontrol kebijaksanaan penjadwalan children adalah pada sistem operasi UNIX. Sistem operasi ini mempunyai system call fork yang berfungsi untuk membuat proses baru. Proses yang memanggil sistem call fork ini akan dibagi menjadi dua, yakni proses induk dan proses turunan yang identik. Fork ini berfungsi sebagai manajemen proses. Proses ini independen satu sama lain namun memiliki instruksi yang berbeda sama sekali. Jadi pengeksekusian program bisa dilaksanakan terus menerus tanpa harus menunggu sistem child selesai memproses. Dan bisa juga instruksi program induk mengatur pengeksekusian program anak atau turunan.

11. Model Client-Server tekenal didalam distributed systems. Dapatkah juga digunakan dalam sistem komputer tunggal?
Jawab :
Dapat, karena sistem terdistribusi adalah sistem yang proses kerjanya membagi tugas proses untuk dijalankan oleh beberapa prosesor yang menjalankan fungsi masing-masing. Dan hal ini dapat dijalankan dalam sistem komputer tunggal. Contohnya dengan adanya prosesor dual core yang masing-masing prosesor melakukan fungsi tertentu serte keduanya terhubung oleh jaringan komunikasi data. Dengan menerapkan sistem terdistribusi ini maka akan meningkatkan kecepatan proses, penyediaan data dan peningkatan kehandalan kerja komputer.

12. Mengapa proses tabel membutuhkan sistem timesharing? Apakah hal ini juga dibutuhkan dalam system personal computer yang pada suatu saat hanya terdapat satu proses yang sedang bekerja dan mengambil alih mesin sampai proses tersebut selesai?
Jawab :
Karena sistem timesharing dapat mengatur penjadwalan pemrosesan data maka kecepatan proses akan menjadi lebih cepat.
Ya, teknologi sistem timesharing mutlak diperlukan untuk menjadwal pemrosesan data oleh prosesor. Walaupun hanya melakukan satu proses saja untuk dapat mempercepat kinerja pemrosan maka timesharing diperlukan. Bila prosesor harus langsung mengakses data dari memory permanent maka akan membutuhkan waktu yang lama untuk pemrosesan. Bahkan jika pengguna hanya menggunakan satu program saja pada satu waktu. Sistem operasi perlu mendukung program internalnya sendiri, seperti manajemen memori. Dengan kata lain, semua aktivitas tersebut adalah harus dilaksanakan dengan sistem timesharing.

13. Apa perbedaan mendasar diantara blok special file dan character special file?
Jawab :
Perbedaan mendasar dari block special file dan character special file adalah proses pengiriman atau pentransferan datanya. Bila block special file transfer data dilakukan perblock perintah, sedangkan untuk character special file pentransferan datanya dilakukan perkarakter.
Contoh block special file adalah proses pentransferan data pada media penyimpanan. Seperti Harddisk, CD-R, Floppy disk, Flash disk. Dan contoh penggunaan character special file adalah pada mouse dan keyboard.

Instalasi Proteus 8 Professional Full

//10 Des 2014
//Posted by Robby Fajri Maulana
Setelah sebelumnya kita menggunakan program aplikasi Protel Schematic Untuk membuat Rangkaian, kali ini kita akan menggunakan aplikasi baru yaitu Proteus 8.

Proteus 8 Professional merupakan aplikasi yang digunakan untuk simulasi mikroprosesor, skematis, dan PCB desain. Program ini dikembangkan oleh  Labcenter Electronics.

Komponen Sistem
ISIS Schematic Capture - alat untuk mendesain.
ARES PCB Layout - Untuk mendesain PCB dengan penempatan komponen secara otomatis, auto routing jalur.
VSM (Virtual System Modelling) - Pemodelan Sistem Virtual memungkinkan perangkat lunak ditanam pada micro-controllers

Cara Instalasi :

  • Klik kanan pada file 'setup.exe' pilih Run as administrator. Jika muncul notifikasi klik 'Yes'.
  • Akan mncul tampilan seperti gambar dibawah. Klik 'Next'.



  • Selanjutnya akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini. Beri checklist pada tulisan 'I accept terms of this agrement' kamudian klik 'Next'.

  • Kemudian muncul tampilan seperti gambar dibawah, pilih radio button ' Use a locally installed license key' dan klik 'Next'. 

  •  Pada tampilan ini klik 'Next'.
  •  Pada bagian ini, klik 'Browse For Key File'.
  •  Arahkan pada file 'Licence.lxk' yang berada dalam folder crack. Klik 'Open'.
  •  Kemudian akan muncul tampilan key yang tersedia seperti dibawah ini. Pilih 'Install'.
  •  Akan muncul tampilan seperti ini, klik 'Yes' untuk melanjutkan.
  •  Jika berhasil, dibagian 'Installed Keys' akan ditampilkan key yang telah berhasil diinstal.
  •  Pada bagian ini, silahkan checklist sesuai kebutuhan. Klik 'Next'.
  •  Klik 'Typical' maka proses instalasi akan dimulai.
  •  Jika di komputer yang akan diinstal Proteus belum terinstal 'Microsoft Visual C++ 2008 Redistributable' (akan tampil seperti gambar dibawah) maka harus menginstalnya terlebih dahulu dengan mengikuti langkah dibawah ini,  Jika sudah terinstal 'Microsoft Visual C++ 2008 Redistributable' Program akan melanjutkan proses instalasi hingga selesai.


  •  Proses instalasi sedang berlangsung.
  •  Proses instalasi selesai. PENTING !. Pada tahap ini jangan langsung membuka  program Proteus Professional. Klik 'Close'.

  • Copy folder "Crack\BIN" ke direktori "C:\Program files\Labcenter Electronics\Proteus 8 Professional", pilih replace.
  • Copy folder "Crack\MODELS" ke "C:\Users\All Users\Labcenter Electronics\Proteus 8 Professional"
  • Program siap digunakan.
  • Halaman utama Proteus 8 Professional.


DOWNLOAD
1. PROTEUS 8 PROFESSIONAL (160,8 MB)
http://www.4shared.com/rar/S0KvM35h/Setup.html 


2. CRACK PROTEUS 8 PROFESSIONAL (1,3 MB)
http://www.4shared.com/rar/SuawQnCN/...fessional.html 
Tag :, Tag :, Tag :